
SANGATTA — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur menghadapi tantangan dalam menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman. Kondisi geografis dan jarak wilayah menjadi salah satu faktor yang membuat pelayanan sosial belum dapat dilakukan secara optimal di seluruh daerah.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata, mengatakan masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan membutuhkan perhatian khusus dalam memperoleh pelayanan sosial. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Sandaran dan Busang disebut memiliki tantangan tersendiri dalam hal jangkauan pelayanan.
“Kalau masalah masyarakat yang sulit dijangkau, ya tentunya yang memang masyarakat-masyarakat yang jauh domisilinya, kayak model di daerah-daerah pedalaman dan lain sebagainya itu memang sulit dijangkau,” kata Ernata.
Menurutnya, keterbatasan jangkauan tersebut tidak berkaitan dengan program pelayanan yang telah disusun. Program Dinsos disebut telah memiliki perencanaan dan target yang terukur. Namun, faktor lapangan menjadi tantangan ketika petugas harus menjangkau masyarakat yang berdomisili di wilayah dengan akses relatif jauh.
Ernata menyebut keterbatasan sumber daya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi optimalisasi pelayanan. Kondisi tersebut meliputi ketersediaan tenaga, waktu, hingga pembiayaan untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman.
“Sehingga agak kurang optimal pelayanannya kami di sana, kayak model Sandaran, Busang, segala macam itu kan, karena keterbatasan tenaga dan waktu serta pembiayaan,” ujarnya.
Dinsos Kutim terus berupaya menjalankan pelayanan sosial sesuai kewenangan dan program yang telah ditetapkan. Tantangan geografis menjadi perhatian agar masyarakat di wilayah pedalaman tetap memperoleh akses terhadap pelayanan sosial secara merata.(ADV)
Tidak ada komentar