Desa Rapak Lambur Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat UMKM Lokal

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Jun 2025 21:27 0 169 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, terus memperkuat fondasi ekonomi desa dengan memaksimalkan potensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Puluhan pelaku usaha lokal kini menjadi bagian dari program pembinaan yang telah berjalan konsisten selama tiga tahun terakhir.

Upaya ini dilakukan bukan sekadar memberi pelatihan, tetapi juga membangun sistem yang menopang keberlangsungan usaha warga. Dari pengemasan hingga pemasaran, pelatihan disusun untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah pasar yang makin kompetitif.

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyampaikan bahwa dukungan desa mencakup aspek modal dan fasilitas jualan. Booth khusus bahkan telah disiapkan sebagai etalase produk-produk lokal di ruang publik desa. “Produk UMKM butuh wadah untuk tampil. Kami bantu siapkan tempat jualannya juga agar mereka bisa titipkan barang di titik strategis,” ujarnya, Senin (30/6/2025).

Saat ini, sekitar 60 pelaku usaha telah terdaftar dan aktif menjalankan kegiatan produksi. Jenis usahanya beragam, mulai dari olahan pangan rumahan, kerajinan tangan, hingga produk herbal dan minuman.

Kemudian, Yusuf pun menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM menjadi salah satu program prioritas dalam membangun ekonomi desa dari bawah. Tujuannya bukan hanya menciptakan penghasilan tambahan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha di tengah masyarakat. “Kami tidak hanya gelar pelatihan lalu selesai. Ini pendampingan yang terus kami kawal supaya ada perkembangan nyata,” jelasnya.

Melalui skema ini, pemerintah desa juga membuka peluang kerja sama dengan pasar yang lebih luas, termasuk peritel lokal dan koperasi desa. Harapannya, produk UMKM Rapak Lambur bisa menembus pasar luar dan membawa kebanggaan tersendiri. “Kami ingin pelaku UMKM benar-benar mandiri. Mereka bisa berdiri di atas usaha sendiri dan menopang ekonomi keluarga,” tuturnya.

Tak sekadar menjual produk, UMKM juga dianggap sebagai wajah ekonomi desa. Karena itu, pembinaan ini menyasar aspek kualitas dan kepercayaan konsumen. “Mudah-mudahan pelaku UMKM makin berkembang dan produk mereka dikenal lebih luas. Itu harapan kami,” tutup Yusuf. (Adv)

LAINNYA