Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam Gelar Reses di Kota Bontang, Kaltim.Harianrepublik.com- Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, kembali melanjutkan kegiatan Reses Ke-9 yang digelar di rumah H. Kalewang, Ketua RT. 07, yang terletak di Jalan AP. Mangkunegoro Gang Mutiara 1, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Jum’at (21/04/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh warga sekitar yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait program-program bantuan sosial, pendidikan, dan dukungan terhadap tokoh-tokoh agama.
Aspirasi pertama yang disampaikan oleh warga adalah permintaan agar bantuan beras untuk masyarakat miskin tidak dikurangi. Mereka menekankan bahwa di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, justru kuantitas dan kualitas bantuan semacam ini harus ditambah sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Jangan sampai karena efisiensi anggaran, bantuan beras justru dikurangi. Yang kami harapkan malah ditambah, karena sekarang makin banyak keluarga yang kesulitan,” ujar salah seorang warga.
Selanjutnya, warga menyampaikan harapan agar bantuan seragam sekolah, yang mencakup baju, celana, sepatu, dan tas, bisa diberikan untuk seluruh siswa, bukan hanya bagi siswa baru. Mereka menilai bahwa kebutuhan perlengkapan sekolah bersifat berkelanjutan, sehingga siswa di kelas atas pun tetap memerlukan perhatian.
“Kalau bisa bukan hanya anak yang baru masuk sekolah yang dapat bantuan, tapi semua siswa. Karena tiap tahun mereka tetap butuh seragam baru,” ucap salah satu ibu rumah tangga.
Warga juga menyoroti masalah bantuan pendidikan untuk mahasiswa, yang menurut mereka sebaiknya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di wilayah Bontang saja, tetapi juga mahasiswa asal Bontang yang sedang menuntut ilmu di luar kota atau luar provinsi.
“Banyak anak-anak kami kuliah di luar Bontang. Biayanya besar, apalagi biaya kos dan hidup. Mereka juga butuh dukungan,” kata salah satu orang tua mahasiswa.
Selain itu, warga menggarisbawahi pentingnya perhatian pemerintah terhadap ulama dan tokoh agama, khususnya terkait pembayaran insentif yang selama ini mereka terima. Mereka berharap agar pencairannya dilakukan tepat waktu sebagai bentuk penghargaan terhadap peran strategis para ulama di tengah masyarakat.
“Imam masjid, ustadz, dan tokoh agama itu pilar moral masyarakat. Jangan sampai mereka terlupakan. Honor mereka mohon dibayar rutin dan tidak ditunda-tunda,” tutur seorang tokoh masyarakat setempat.
Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan warga, Senator Sofyan Hasdam menyatakan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan aspirasi mereka. Ia menegaskan komitmennya untuk menyampaikan semua usulan tersebut ke pemerintah pusat dan kementerian terkait.
“Saya datang untuk mendengar langsung, karena hanya dari suara warga inilah saya tahu persoalan nyata di lapangan. Semua masukan ini penting dan akan saya bawa ke Senayan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keadilan dalam penyaluran bantuan sosial dan pendidikan adalah hal yang harus dijaga oleh pemerintah, agar tidak ada kelompok masyarakat yang merasa tertinggal atau terabaikan dalam proses pembangunan.(Adv)