Pimpin Transisi dari Batu Bara ke Non-Ekstraktif, Bupati Kukar Genjot Pondasi Ekonomi 5 Tahun

waktu baca 2 menit
Senin, 12 Okt 2026 20:33 0 0 Harian Republik

KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan peta jalan transformasi ekonomi daerah dengan menggeser tumpuan dari sektor ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif. Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa peletakan pondasi transisi ekonomi tersebut menjadi fokus utama kepemimpinannya dalam kurun lima tahun ke depan.

Ketergantungan penuh terhadap pengerukan hasil bumi seperti batu bara dinilai tidak lagi relevan untuk menjamin keberlanjutan fiskal daerah. Oleh sebab itu, Pemkab Kukar mulai menyusun strategi peralihan struktur ekonomi agar daerah memiliki daya tahan saat cadangan fosil mulai menipis.

Aulia menyadari bahwa mengubah pilar ekonomi daerah tidak dapat diraih dalam waktu singkat. Namun, penataan struktur dan regulasi dasar harus diselesaikan pada periode kepemimpinannya agar proses peralihan berjalan terarah.

“Tugas kami hari ini atau di era kami dalam jangka waktu 5 tahun ini, kami mendapatkan mandat untuk membangun pondasi dalam proses transisi energi dari ekstraktif ke non-ekstraktif. Waktu 5 tahun itu secara hitung-hitungan kita butuh waktu yang agak panjang untuk proses transisi ini. Akan tetapi memang ini harus kita mulai,” ujar Aulia Rahman Basri.

Guna menopang masa transisi tersebut, Pemkab Kukar mendorong keterlibatan daerah secara langsung dalam pengelolaan sumber daya energi perantara, khususnya gas bumi yang sebentar lagi siap beroperasi di wilayah Kukar.

Aulia menilai, penguasaan energi transisi di tingkat lokal akan menjadi bahan bakar utama bagi daerah untuk membiayai dan membangun sektor-sektor ekonomi non-ekstraktif baru di masa depan.

“Jadi kita berharap pemerintah hari ini bisa memberikan ruang yang cukup luas untuk daerah sebagai pelaku,” tegasnya.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA