
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mendorong percepatan regenerasi atlet dengan menerapkan batas usia maksimal 30 tahun bagi atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang kompetisi. Kebijakan tersebut diharapkan membuka ruang lebih luas bagi atlet muda untuk tampil dan mendapatkan pengalaman bertanding.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengatakan, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet muda. Selama ini, dominasi atlet yang lebih senior dinilai dapat membuat atlet belia memiliki ruang yang lebih terbatas untuk menunjukkan kemampuan serta mengembangkan potensinya.
“Kita harus berani mengambil langkah ini demi keberlangsungan prestasi olahraga Kutai Timur.” ujar Mahyunadi saat memberikan keterangan di Sangatta, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan rutin. Atlet muda membutuhkan kesempatan untuk turun dalam kompetisi agar mampu mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, dan memperoleh pengalaman menghadapi lawan dari daerah lain.
Kebijakan batas usia tersebut sekaligus mendorong pengurus cabang olahraga (cabor) untuk lebih aktif menemukan bibit-bibit potensial. Pencarian atlet dapat dilakukan melalui sekolah maupun wilayah kecamatan sehingga proses regenerasi tidak hanya bertumpu pada atlet yang sudah lama berada dalam sistem pembinaan.
Mahyunadi menyebut pembatasan usia tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada atlet muda untuk berkembang secara lebih optimal.
“Jika atlet senior terus mendominasi, kapan atlet muda kita mendapat kesempatan bertanding? Usia 30 tahun adalah batas yang ideal agar pembinaan atlet usia dini dapat berjalan optimal,” katanya.
Pemkab Kutim berharap kebijakan ini dapat menjadi momentum memperluas pembinaan olahraga dari tingkat akar rumput. Dengan semakin banyak atlet muda mendapat kesempatan berkompetisi, pemerintah menargetkan lahirnya generasi baru yang mampu berkembang dan mengharumkan nama Kutai Timur pada berbagai ajang olahraga.(ADV)
Tidak ada komentar