
KUKAR – Alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2026. Jumlah penerima manfaat yang semula ditargetkan sebanyak 474 unit kini bertambah menjadi 531 unit rumah.
Guna menjaga akuntabilitas dan mencegah potensi penyimpangan, alokasi dana bantuan pemugaran rumah tersebut disalurkan langsung dari pusat ke rekening masing-masing warga penerima tanpa melalui perantara dinas daerah.
Kepala Disperkim Kukar, M. Aidil, mengungkapkan bahwa alokasi tambahan ini diharapkan dapat membedah rumah-rumah tidak layak huni yang mendesak di kawasan perdesaan Kukar.
“Ya, program BSPS tahun ini di Kutai Kartanegara sudah jalan. Yang awalnya kemarin 474, sekarang masih ada tambahan lagi jadi sekitar 531. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai semua,” kata Aidil.
Aidil menegaskan bahwa dinas daerah berperan dalam memfasilitasi pendataan, sementara alokasi dana sepenuhnya ditransfer secara transparan kepada warga penerima manfaat.
“Karena BSPS ini kan programnya dari pusat dan juga pendanaannya langsung kepada warga penerima manfaat. Jadi tidak melalui dinas terkait, pendanaannya memang langsung ke rekening yang mendapatkan program BSPS,” terangnya.
Penetapan sasaran BSPS merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada Desil 1 hingga Desil 4 dengan prioritas utama kelompok masyarakat miskin ekstrem dan MBR.(adv)
Tidak ada komentar