Ketua DPRD Kutim: Generasi Muda Kutim Harus Bersatu, Inovatif, dan Mandiri

waktu baca 4 menit
Jumat, 1 Nov 2024 14:38 0 212 Redaksi Kutim

KUTAI TIMUR, harianrepublik.com – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 seharusnya dijadikan sebagai momen refleksi dan pengingat bahwa semangat persatuan harus terus dijaga oleh generasi muda. Menurut Jimmi, tonggak sejarah Sumpah Pemuda bukan hanya kenangan masa lalu, tetapi landasan untuk generasi muda di Kutim dalam mengambil peran aktif membangun masa depan.

“Semangat Hari Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan dilestarikan. Ini bukan sekadar kenangan, tetapi pengingat bagi generasi muda untuk menyadari bahwa mereka adalah penentu sekaligus pelaku perubahan. Pemuda harus menjadi inovatif, kreatif, profesional, dan mandiri dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Jimmi dalam wawancaranya dengan media.

Jimmi mendorong pemuda di Kutim untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif agar mampu bersaing di era global yang penuh tantangan. Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengikut, tetapi juga pencipta solusi atas masalah yang ada di masyarakat.

“Pemuda harus menjadi pribadi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga profesional dalam menghadapi tantangan zaman. Mereka perlu memiliki pola pikir yang terbuka dan mampu menciptakan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tegas Jimmi.

Menurut Jimmi, profesionalisme adalah kunci keberhasilan yang harus dikuasai oleh pemuda. Sikap ini memungkinkan mereka untuk berkembang, mendapatkan pengakuan, dan diandalkan di berbagai bidang, baik di lingkungan kerja maupun dalam kegiatan kewirausahaan.

“Profesionalisme menjadi kunci penting bagi pemuda untuk dapat berkontribusi secara maksimal. Dengan sikap ini, mereka tidak hanya menjadi lebih kompeten, tetapi juga membangun kepercayaan dan reputasi yang kuat di masyarakat,” katanya.

Jimmi juga menekankan pentingnya kemandirian sebagai landasan untuk membangun generasi yang percaya diri dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa dengan kemandirian, pemuda akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan memiliki ketangguhan dalam mencari solusi terhadap masalah yang ada.

“Kemandirian akan membentuk pribadi yang kuat dan memiliki daya juang tinggi. Ini adalah kualitas yang dibutuhkan di era sekarang, di mana pemuda harus mampu mengatasi berbagai tantangan dengan ketangguhan dan kreativitas mereka sendiri,” lanjut Jimmi.

Jimmi menyatakan bahwa pemerintah daerah berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi pemuda. Salah satu bentuk dukungan yang diperlukan adalah akses yang merata terhadap pendidikan dan pelatihan keterampilan. Menurut Jimmi, pendidikan adalah pondasi yang sangat penting untuk membentuk generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Pemerintah harus memberikan akses pendidikan yang merata. Pendidikan adalah fondasi yang sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas,” tambahnya.

Jimmi berharap pemuda di Kutim dapat mengembangkan peran mereka dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi dan kegiatan sosial. Menurutnya, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah melalui kegiatan produktif dan kewirausahaan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di Kutim.

“Pemuda yang aktif dalam bidang ekonomi akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru di Kutim,” jelas Jimmi.

Selain aspek ekonomi, Jimmi mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam melestarikan budaya lokal. Ia menekankan bahwa Kutim memiliki warisan budaya yang kaya dan unik yang harus dijaga oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah. Pelestarian budaya penting agar nilai-nilai lokal tidak luntur di tengah arus globalisasi.

“Budaya kita adalah kekayaan yang tidak ternilai. Saya berharap pemuda dapat menjadi pelopor dalam melestarikan budaya Kutai Timur, sehingga tidak luntur oleh pengaruh globalisasi,” ucap Jimmi.

Mengakhiri pernyataannya, Jimmi mengajak generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum refleksi dan aksi nyata. Ia mendorong pemuda Kutim untuk terus belajar, mengasah keterampilan, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi terciptanya masyarakat yang maju dan mandiri.

“Pemuda adalah masa depan Kutai Timur dan Indonesia. Mari jadikan Hari Sumpah Pemuda ini sebagai momen untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam membawa perubahan positif bagi daerah. Dengan semangat dan tekad yang kuat, saya yakin pemuda Kutai Timur mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan daerah kita tercinta,” tutup Jimmi. (adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA