Andriansyah : Meningkatkan Pengelolaan Sampah Melalui Inovasi dan Keterlibatan Masyarakat

waktu baca 2 menit
Rabu, 2 Jul 2025 16:00 0 127 Harian Republik

Samarinda – Dalam wawancara dengan anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, terungkap bahwa meskipun ada berita yang menyebutkan Samarinda sebagai salah satu dari lima kota terburuk dalam pengelolaan sampah, hal tersebut perlu dilihat dari berbagai sudut pandang.

“Bukan, bukan Samarinda, bukan Pak Wali. Memang ada berita tersebut, tetapi kita harus memahami konteksnya,” ujarnya saat wawancara(1/7/2025).

Andriansyah menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan sampah di Samarinda masih menggunakan model dumping, yang diakui oleh Pak Wali. Namun, ia menambahkan bahwa ada upaya untuk merubah model tersebut menjadi lebih modern.

“Kita berharap Kan 5 kota terburuk itu bukan hanya Samarinda, tetapi juga dalam konteks Kalimantan Timur. Kita juga perlu mengetahui kriteria penilaian yang digunakan untuk menyebutkan kita sebagai yang terburuk,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pak Wali sedang berupaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah dengan rencana pembelian insinerator yang akan dibangun di setiap kecamatan.

“Semua ini dalam proses persiapan yang tidak mudah, karena harus ada pembebasan lahan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang harus dilakukan,” tambah Andriansyah.

Andriansyah juga menekankan pentingnya transparansi kepada masyarakat mengenai kesiapan pengelolaan sampah di Samarinda.

“Kami akan mengadakan pertemuan dengan OPD-OPD untuk menanyakan sejauh mana kesiapannya. Ini penting agar masyarakat tahu tentang langkah-langkah yang diambil,” katanya.

Terkait program Kutiga, Andriansyah menyebutkan bahwa sudah banyak inisiatif yang berjalan, khususnya program Kupila yang mengajak warga untuk memilah sampah dari rumah.

“Contoh konkret yang nyata adalah Bank Sampah Silpalostari di Sungai Kunjang, di mana warga secara rutin membawa sampah mereka setiap dua minggu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa warga di perumahan tersebut sudah menunjukkan kepedulian yang baik terhadap pengelolaan sampah.

“Kita tinggal mematangkan lagi terkait pengolahannya, apakah mereka mau mengolah secara mandiri atau menjual ke luar,” jelas Andriansyah.

Dengan harapan semua warga dapat mengikuti program ini, Andriansyah optimis bahwa dalam dua atau tiga tahun ke depan, pengelolaan sampah di Samarinda akan jauh lebih baik.

“Insya Allah, kita bisa menyelesaikan masalah sampah di level RT,” tutupnya.

(ADV/DPRDSmd/Huda)

LAINNYA