Tembus Pasar Kamerun Rp12,6 Miliar, UMKM Olahan Ikan Kukar Berhasil ‘Go International’ di MIF 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 21 Okt 2026 16:41 0 0 Harian Republik

KUKAR – Produk olahan pangan berbasis perikanan lokal dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuktikan daya saingnya di tingkat global. PT Ganiya Bogatama, UMKM binaan lokal Kukar, sukses menyepakati Memorandum of Understanding (MoU) ekspor produk abon ikan ke Negara Kamerun bernilai fantastis, yakni USD 800 ribu atau setara Rp12,6 miliar.

Kesepakatan bersejarah yang diumumkan pada ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Hotel Fugo, Samarinda, Rabu (21/10/2026) tersebut mencakup komitmen pengiriman lebih dari 13 kontainer abon ikan selama jangka waktu tiga tahun.

CEO PT Ganiya Bogatama, Hanna S. Rahayu, mengungkapkan bahwa kesepakatan ekspor ke pasar Afrika Barat ini bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses kurasi ketat dan negosiasi intensif sejak ajang Trade Expo Indonesia (TEI) tahun lalu.

“Prosesnya tidak instan, butuh waktu satu tahun membangun kepercayaan dan perizinan hingga akhirnya penandatanganan MoU di TEI berikutnya. Nilainya USD 800 ribu untuk jangka tiga tahun dengan pengiriman lebih dari 13 kontainer abon ikan,” ujar Hanna, saat ditemui di Hotel Fugo, Rabu (21/10/2016).

Hanna menceritakan, usaha yang dirintisnya sejak masa pandemi COVID-19 pada akhir 2020 ini berawal dari inovasi mengolah ikan tanpa tulang. Kini, portofolio produknya berkembang mulai dari abon ikan gabus dan nila, hingga biskuit ikan untuk program intervensi stunting di Posyandu. Sebelum menembus Kamerun, produknya telah menjangkau pasar ekspor Malaysia, Oman, Australia, hingga Kazakhstan.

“Dalam MoU dengan Kamerun, kami juga bakal melakukan alih teknologi. Ke depan saya bekerja sama dengan buyer untuk membuka pabrik manufaktur di Kamerun. Mengingat pasar lokal sedang melambat, kami memilih memperkuat penetrasi ekspor,” jelasnya.

Penetrasi UMKM Kukar ke pasar mancanegara ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kukar, Muhammad Iriyanto, yang hadir dalam MIF 2026 mengaitkan keberhasilan ekspor ini sebagai bukti besarnya potensi daerah yang dilirik investor luar negeri.

Sejalan dengan keberhasilan UMKM lokal, Pemkab Kukar kini bergerak mematangkan tiga proposal proyek investasi siap tawar atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk disodorkan kepada investor internasional pada tahun mendatang.

“Saat ini kita juga sedang mematangkan tiga gagasan IPRO, yaitu pengelolaan pasir kuarsa, industri rumput laut, dan revitalisasi kawasan wisata Pulau Kumala. Semoga tahun depan bisa aktif kita tawarkan kepada para investor,” ungkap Iriyanto saat ditemui di Hotel Fugo di acara MIF, Rabu (21/10/201).

Dukungan penuh pimpinan daerah sebelumnya juga ditunjukkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama Wakil Bupati Rendi Solihin yang hadir menyaksikan secara langsung prosesi penandatanganan kerja sama tersebut pada ajang 41st Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

“Kita berharap ini menjadi titik awal bagi UMKM di Kukar untuk naik kelas dan mampu menjangkau pasar internasional. Tahun depan kita kurasi lebih banyak lagi produk lokal agar punya peluang go international,” tegas Aulia.(adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA