
KUKAR – Disdukcapil Kabupaten Kutai Kartanegara merombak pola pelayanan publik pascabencana dengan menerapkan sistem penerbitan dokumen secara proaktif di lapangan. Melalui inovasi “Dukcapil SIGAP”, petugas tidak lagi menunggu warga datang melapor ke kantor dinas, melainkan menerjunkan tim langsung ke lokasi bencana.
Strategi jemput bola ini diterapkan agar masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak lagi dibebani oleh alur pengurusan administrasi yang rumit.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, menjelaskan bahwa tim lapangan berkoordinasi secara terpadu bersama pengurus RT dan pihak kelurahan untuk menyisir serta melacak data warga terdampak.
“Jadi prinsipnya Dukcapil melalui inovasi Dukcapil SIGAP. Begitu ada kejadian, langsung kita bergerak cepat adminduknya terpulihkan. Kalau bicara-bicara durasinya, secepat mungkin,” kata Iryanto.
Iryanto menekankan bahwa kecepatan penerbitan dokumen sangat bergantung pada keakuratan data awal yang dihimpun secara langsung oleh petugas di lokasi musibah.
“Kita lebih proaktif sekarang, jadi tidak menunggu. Nanti tim kami yang bergerak ke RT, ke kelurahan. Karena korban ini jangan sampai dibuat rumit intinya, jadi tahu-tahu dia sudah lengkap dokumennya,” tegasnya.
Pola gerak cepat ini menjadi standar baru pelayanan kependudukan di wilayah Tenggarong dan kecamatan sekitar ibu kota guna memastikan pemulihan identitas warga berjalan tanpa hambatan birokrasi.(adv)
Tidak ada komentar