
KUKAR – Peninjauan sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, membawa angin segar bagi sektor pertanian lokal. Peningkatan Jalan Usaha Tani sepanjang 2.163 meter yang digarap prajurit TNI diproyeksikan bakal mendongkrak produktivitas ratusan hektar lahan sawah warga.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa perbaikan akses jalan tani dengan perkerasan agregat sirtu tebal 20 centimeter ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai tingginya biaya logistik pengangkutan hasil panen.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur jalan kerap menguras modal petani saat mengangkut komoditas pertanian keluar dari area persawahan.
“Secara hektar ada sekitar 100 hektar lahan pertanian yang akan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ini tentunya akan meningkatkan produktivitas dari para petani,” ujar Aulia Rahman Basri.
Aulia menjelaskan, terhubungnya jalan usaha tani seluas 3 meter tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga berdampak langsung pada penurunan Harga Pokok Penjualan (HPP) di tingkat produsen.
Dengan naiknya efisiensi biaya produksi, Pemkab Kukar optimistis Nilai Tukar Petani (NTP) serta tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan di kawasan penyangga IKN tersebut akan melonjak signifikan.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, maka HPP bisa kita turunkan sehingga Nilai Tukar Petani bisa jadi lebih kita tingkatkan, dan kesejahteraan petani bisa lebih kita tingkatkan lagi,” terangnya.
Selain peningkatan jalan usaha tani, konektivitas kawasan pertanian 100 hektar tersebut disempurnakan dengan pembangunan 5 titik sumur bor irigasi (TMAB), 5 unit jembatan kayu penyeberangan, serta gorong-gorong drainase guna menjamin ketersediaan air sawah sepanjang musim.(adv)
Tidak ada komentar