
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan hilirisasi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat struktur perekonomian daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi agar Kutim tidak terus bergantung pada sektor pertambangan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 19,12 persen pada 2025. Capaian tersebut dinilai menjadi peluang untuk mengembangkan sektor ekonomi alternatif di tengah dominasi pertambangan dan penggalian.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim, sektor pertambangan dan penggalian masih berkontribusi sekitar 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara itu, perekonomian daerah tumbuh sebesar 1,05 persen pada tahun yang sama.
Ardiansyah menegaskan, pengolahan sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat lebih luas, termasuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat usaha masyarakat.
“Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,” ujar Ardiansyah, Senin (12/10/2026).
Salah satu langkah strategis yang didorong ialah rencana pengembangan industri gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kecamatan Bengalon. Proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru.
Selain pengembangan industri berskala besar, Pemkab Kutim juga menaruh perhatian pada keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa.
Melalui penguatan hilirisasi dan diversifikasi ekonomi, Pemkab Kutim berharap tercipta struktur ekonomi yang lebih beragam, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga manfaat kekayaan alam dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.(ADV)
Tidak ada komentar