
SANGATTA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur melakukan penyesuaian terhadap rencana kerja pembangunan di tengah kondisi pendapatan daerah yang cenderung fluktuatif. Penataan ulang program dilakukan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Kepala Dinas PUPR Kutai Timur, Tabrani Aji, mengatakan perubahan kondisi fiskal membuat pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menentukan program yang akan dilaksanakan. Prioritas diarahkan pada pekerjaan yang dinilai mendesak dan memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat.
Penyesuaian tersebut dilakukan pada sejumlah bidang di lingkungan Dinas PUPR, termasuk Cipta Karya dan Bina Marga. Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan anggaran yang tersedia agar program pembangunan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan pemeliharaan infrastruktur yang sudah ada.
“Menghadapi tantangan pendapatan daerah yang cenderung fluktuatif, kami mengoptimalkan penataan ulang rencana kerja. Prioritas kami diarahkan pada program yang memang dibutuhkan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tabrani.
Pada bidang Cipta Karya, salah satu fokus yang didorong adalah penyelesaian gedung-gedung daerah yang masih mangkrak atau belum berfungsi secara optimal. Penyelesaian aset tersebut dinilai penting agar bangunan yang telah menggunakan anggaran daerah dapat segera dimanfaatkan.
Sementara itu, pada bidang Bina Marga, PUPR menggeser sebagian prioritas dari pembangunan baru menuju pemeliharaan jalan dan jembatan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi infrastruktur yang sudah tersedia sekaligus mempertahankan aksesibilitas masyarakat.
Meski dilakukan penyesuaian, sejumlah pembangunan infrastruktur jalan utama tetap berjalan melalui skema multiyears. Dengan strategi tersebut, PUPR berharap program prioritas tetap terlaksana secara efektif sesuai kemampuan fiskal daerah.(ADV)
Tidak ada komentar