
KUKAR – Sektor pariwisata terus didorong sebagai salah satu tulang punggung baru dalam pemulihan dan transformasi ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara. Langkah inovatif pun diluncurkan oleh pemerintah daerah guna menarik minat penanam modal swasta dalam mengembangkan kawasan wisata ikonik di Kota Tenggarong.
Salah satu aset wisata unggulan yang kini menjadi prioritas penawaran investasi adalah kawasan Pulau Kumala. Lewat ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026, Pemkab Kukar memaparkan strategi baru revitalisasi destinasi wisata berbasis pulau di tengah Sungai Mahakam tersebut.
Untuk mengikis kekhawatiran calon investor terkait besarnya nilai modal awal yang harus dikucurkan, Pemkab Kukar mengubah skema penawaran kawasan dari model pengoperasian utuh (single management) menjadi skema pembagian kawasan atau clustering.
Melalui skema clustering ini, kawasan Pulau Kumala seluas puluhan hektare tersebut dipecah menjadi beberapa segmen usaha pariwisata yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi para pelaku usaha sektor rekreasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Kukar, Muhammad Iriyanto, menjelaskan bahwa strategi segmen ini sengaja dirancang agar skema investasi di sektor pariwisata menjadi lebih realistis dan ramah bagi berbagai skala investor.
“Ya, nanti rencananya itu kita tawarkan sistemnya mungkin sistem clustering. Maksudnya tidak satu kesatuan utuh karena mungkin investor akan berpikir kalau satu kesatuan itu kan biayanya besar. Tapi kalau dibuat per segmen, misalnya segmen satu untuk area glamping,” kata Muhammad Iriyanto, Rabu (21/10/2026).
Iriyanto menambahkan bahwa dalam pemetaan kawasan tersebut, Pemkab Kukar telah membagi zona-zona potensial secara terukur. Selain area perkemahan mewah (glamping), segmen lain seperti wahana permainan air (waterboom), pusat kuliner lokal, hingga panggung seni budaya disiapkan secara terpisah.
Model penawaran bertahap ini diyakini mampu mempercepat proses masuknya modal swasta tanpa harus menunggu satu investor raksasa yang menguasai seluruh kawasan pulau.
“Nah jadi dia terbagi beberapa segmen yang menarik investor tidak harus besar tapi sangat memungkinkan secara bertahap untuk berinvestasi di sektor pariwisata ini. Kurang lebih seperti itu nanti strateginya yang akan kita sampaikan,” imbuh Iriyanto.
Dengan kepastian status lahan Pulau Kumala yang telah berstatus clear and clean sebagai aset sah daerah, Pemkab Kukar yakin konsep clustering ini dapat menjadi magnet baru bagi perkembangan iklim investasi pariwisata di Kutai Kartanegara pada masa mendatang.(adv)
Tidak ada komentar