
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Sejumlah ruas jalan yang menghubungkan kawasan di Kutai Timur masih belum tersambung secara utuh dan menjadi perhatian dalam agenda pembangunan daerah.
Salah satu akses yang menjadi perhatian adalah jalur menuju Sandaran serta ruas yang menghubungkan Muara Bengkal hingga Mulupan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu melakukan pembangunan secara bertahap untuk memastikan konektivitas antarkawasan dapat ditingkatkan.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah mengatakan, kondisi konektivitas jalan di daerah masih membutuhkan sejumlah pembenahan. Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas jalan, tetapi juga penyelesaian ruas yang belum terhubung.
“Konektivitas jalan kita masih belum matang sepenuhnya. Seperti jalan menuju Sandaran dan Muara Bengkal hingga Mulupan yang belum tersambung utuh,” ujar Ardiansyah.
Percepatan pembangunan jalan menjadi bagian dari pembahasan dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024. Pemerintah menyiapkan sejumlah pekerjaan infrastruktur, termasuk melalui skema Multi Years Contract (MYC), untuk menangani proyek yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun.
Pembangunan konektivitas tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi antarkawasan. Akses jalan yang lebih baik juga menjadi salah satu kebutuhan penting bagi wilayah yang memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan.
Pemkab Kutim menargetkan peningkatan kemantapan jalan daerah secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. Pembangunan ruas-ruas strategis menjadi salah satu upaya untuk mencapai target tersebut sekaligus memperluas keterhubungan antarwilayah di Kutai Timur.(ADV)
Tidak ada komentar