Tantangan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Samarinda: Kurang Maksimal dan Beralih Fungsi

waktu baca 1 menit
Senin, 25 Mar 2024 22:40 0 40 Harian Republik

Samarinda – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Samarinda masih belum mencapai target 30% dari luas wilayah, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca, menyatakan bahwa pengelolaan RTH di Samarinda belum optimal, yang terbukti dari banyaknya RTH yang beralih fungsi menjadi tempat komersial.

“Banyak area RTH yang semestinya diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau, namun digunakan untuk kegiatan bisnis,” ujar Markaca pada Senin (25/3/2024).

Markaca menjelaskan bahwa alih fungsi RTH ini dapat dikoreksi secara bertahap. Salah satu contohnya adalah rencana pembangunan lapangan sepak bola mini di daerah resapan air.

“Pemerintah kota sedang berusaha mengatasi masalah banjir di Samarinda, tetapi ada pihak yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dengan membangun lapangan sepak bola mini di area resapan air. Biaya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sangat besar,” tambahnya.

Selanjutnya, Markaca mengharapkan dukungan aktif dari para pengusaha untuk membantu pengembangan RTH di Kota Samarinda.

“Para pengusaha juga perlu berkontribusi aktif. Pengembangan RTH masih dalam tahap pembenahan agar sesuai dengan tujuannya. Banyak RTH yang mengalami perubahan fungsi akibat pengaturan tata ruang yang tidak tepat,” tegasnya. (Adv/DPRD Kota Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA