Menguatkan Nilai Pancasila Melalui P5

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Nov 2023 17:16 0 45 Harian Republik

Samarinda – Disdikbud Kaltim berfokus pada pembangunan karakter, salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila di dunia pendidikan.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dianggap sebagai elemen penting dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang menekankan penguatan karakter dan moral peserta didik.

dianggap sebagai cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda Indonesia. Dalam Kurikulum Merdeka, P5 menjadi elemen yang membantu mencapai tujuan ini, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menganalisis isu-isu sosial, politik, dan budaya yang ada dalam masyarakat.

Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan, mengatakan bahwa P5 adalah elemen penting dalam Kurikulum Merdeka. Untuk mengimplementasikannya, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan orang tua murid.

“Untuk berhasil mengimplementasinya, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan orang tua murid,” kata Kurniawan.

Kurikulum Merdeka menekankan pada penguatan karakter peserta didik. Untuk itu, peserta didik didorong untuk aktif dalam diskusi, proyek kelompok, dan kegiatan sosial yang berhubungan dengan kehidupan nyata.

“P5 membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengembangkan kompetensi dan karakter peserta didik. Hal ini dilakukan melalui pembelajaran kelompok di sekolah masing-masing yang disesuaikan dengan konteks nyata,” jelasnya.

Berdasarkan Kemendikbudristek No.56/M/2022, P5 ini adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi. Juga sebagai upaya mewujudkan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

“Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, tentu dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak dalam menghadapi perubahan perilaku yang terjadi pada peserta didik,” tutupnya. (Disdikbud/Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA