Kontroversi Pergantian Pengelolaan Wisata Belanja Kaltim: Komunikasi Putus, Pedagang Resah

waktu baca 3 menit
Minggu, 14 Jan 2024 14:09 0 31 AdminWeb

Samarinda – Wisata Belanja (Wisbel) penuh dengan drama. Sebelumnya Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Gelora Kadrie oening Sempaja, Dispora Kaltim, Ruspiansyah memberikan pernyataan terkait pergantian pengelolaan Wisbel Kaltim.

Menurutnya, dari BPD mestinya mempertemukan antara pengelola lama dan pengelola baru. Tetapi dirinya menganggap dari pengurus lama itu tidak ada memberikan respon atau serah terima semacam itu. Sehingga dari pengurus baru, atas perintah dari BPD mengambil alih secara paksa semacam itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Wisbel (Pengelola Lama) ,Jifran, mengatakan apa yang disampaikan kepala UPTD tidak sesuai dengan proses yang selama ini berjala.

Dirinya mengatakan bahwa, sebelum kontrak habis pada 20 Desember, UPTD dan Bankaltimtara menjanjikan bahwa perjanjian untuk perpanjangan kontrak sudah dibahas.

Meskipun Perjanjian Kerja Sama (PKS) belum selesai, mereka berjanji untuk melanjutkan kegiatan Wisbel tanpa hambatan. Namun, pada 19 Desember, terdengar kabar bahwa bakal ada pengelola baru yang bakal ditunjuk oleh UPTD.

“Saya pikir dengan komunikasi yang humble itu, jadinya tidak ada masalah”kaya Jifran.

Dirinya menjelaskan bahwa, pada 11 Desember, dari Bank Kaltim mengkonfirmasi akan ada rapat. Rencana rapatnya tanggal 13 Desember, mengundang semua pihak baik itu UPTD PPO Dispora Kaltim dan komunitas. Meskipun sudah dijadwalkan, undangan tersebut tidak kunjung datang.

“Pagi tanggal 13 Desember saya konfirmasi bagaimana dengan rapat hari ini, jawabannya diundur sampai ada rapat undangan dari UPTD,” ungkapnya.

Tidak lama setelah itu berhembus kabar ada pengelola baru yang masuk. Tepat pada tanggal 19 Desember 2023, 99% kegiatan Wisbel sudah diganti oleh pengelola baru.

Jifran mengungkapkan bahwa, pihaknya meminta Bank Kaltimtara untuk intensifkan rapat agar tidak mengorbankan 300 lebih pedagang yang menggantungkan hidupnya di Wisbel.

“Kita minta, meskipun berganti pengelola, tetapi tidak merubah pedagang yang ada. Namun Hingga keluar keputusan Wisbel kembali dibuka dengan pengelola baru, tidak ada satupun respon untuk rapat itu.” ungkapnya.

Dia menyebutkan bahwa, tujuan diadakan rapat sebagai bentuk evaluasi agar masa transisi dari pengelola lama ke pengelola baru tidak terjadi kekacauan, atau hal hal yang dapat mengganggu aktivitas Wisbel.

Sebut saja kondisi tenda yang tidak layak pakai, kemudian data pedagang supaya tidak ada yang tumpang tindih, dan cara bongkar pasang tenda atau hal teknis lainnya.

“Kami yang sudah bertahun tahun sudah paham pedagang disana. Banyak hal yang harus dievaluasi sebagai catatan untuk pengelola baru agar lebih mudah menyesuaikan, tapi semua permintaan itu tidak diindahkan, hingga tanggal 4 Januari keluar keputusan Fina bahwa pengelola telah diganti,”tandasnya.

Pada awal tahun 2024, Wisbel dibuka dengan pengelola baru, bukan dinaungi oleh komunitas. Bank Kaltim dan UPTD telah menyepakati pihak lain sebagai pengelola.

Diketahui, perdana Wisbel dibuka keseluruhan tenda tidak sanggup terpasang, dengan alasan tenda rusak.

“Saya perlu Katakan bahwa, semua pihak tau kalau tenda rusak. Bagi kami, ini adalah bantuan dari Bankaltimtara untuk digunakan pedagang Sehingga, serusak rusaknya tenda tetap kami jaga. Dua Minggu sebelum pergantian pengurus, tenda masih sanggup kami pasang semua hingga kegiatan selesai.” ujarnya.

Jifran melanjutkan bahwa, pengelola baru mengatakan komunitas lambat memberikan kunci gudang tenda, sehingga tenda baru bisa dikeluarkan hari Sabtu. Padahal pihaknya juga sanggup untuk pasang seluruh tenda di hari Sabtu.

“Bagi kami apa yang bisa kami maksimalkan akan dipergunakan dengan baik tanpa harus mengorbankan berbagai pihak apalagi pedagang yang sangat kami utamakan,” lanjutnya.

Terakhir, dirinya menyampaikan bahwa, tetap menghargai atas keputusan transisi pengelola. Namun pihaknya merasa kecewa terhadap narasi yang menyesatkan.

“300san lebih pedagang itu tau apa yang kami lakukan dan kami upayakan. Terlepas dari itu semua, kami komunitas berharap Wisbel tetap berjalan dengan baik dan rapi.” tutupnya (Ricard)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA