Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Pendidikan Keluarga Kunci Cegah Tantrum Anak

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Mei 2024 04:59 0 13 Harian Republik

Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menekankan pentingnya peran pendidikan dalam keluarga untuk mencegah tantrum pada anak-anak. Menurutnya, ilmu parenting sangat vital bagi orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anak mereka.

“Sebetulnya tergantung bagaimana parenting-nya. Orang tua, terutama ibu, perlu mendapat sosialisasi dan pengawasan. Anak-anak harus disiplin sejak dini,” ujar Puji.

Puji mengungkapkan, anak usia dini harus dihindarkan dari aktivitas media sosial dan tontonan televisi yang bisa berdampak negatif. Anak usia 0 hingga 2 tahun sebaiknya tidak diperbolehkan menonton televisi, sementara anak usia 2 hingga pra-sekolah harus dijauhkan dari tayangan yang tidak sesuai seperti game online dan TikTok.

“Usia 0 sampai 2 tahun kalau bisa jangan sampai lihat TV, banyak dampak negatifnya. Usia 2 hingga pra-sekolah, hindari tayangan seperti game online dan TikTok,” tegasnya.

Menurut Puji, karakter anak sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat. Oleh karena itu, orang tua harus memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebisa mungkin, orang tua harus menghindari mempertontonkan perilaku buruk karena anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.

“Larangan sudah ada, parenting sudah ada. Tapi kalau orang tua sibuk dengan HP dan TikTok, anak-anak akan mencontoh hal tersebut,” jelas Puji.

Puji juga menyebutkan bahwa pemerintah telah memberikan sosialisasi terkait parenting pada anak dan mengeluarkan regulasi untuk mengurangi penggunaan HP di sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam mengimplementasikan aturan tersebut di rumah.

“Regulasi sudah ada dari Kementerian PPA dan Kementerian Pendidikan, bahkan pak wali kota juga sudah mengimbau untuk mengurangi penggunaan HP di sekolah. Peran orang tua sangat penting di sini,” tutur Puji.

Di akhir pernyataannya, Puji berharap agar orang tua, terutama ibu, menyadari peran penting mereka dalam pendidikan keluarga. Momen Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei mendatang menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak.

“Bentar lagi 2 Mei ada Hari Pendidikan Nasional, kita harus kembali ke fitrah pendidikan dalam keluarga, terutama oleh ibu,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA